Sumatera atau Sumatra?

KBBI IV menggunakan ejaan Sumatra dalam lampiran “Nama Daerah Tingkat I dan II di Indonesia”, tetapi sebagian besar peraturan perundangan, situs pemerintah pusat, dan situs pemerintah daerah menggunakan ejaan Sumatera. Karena digunakan dalam banyak produk hukum, seharusnya ejaan Sumatera-lah yang lebih baku. Selengkapnya »

Kategori: Bunyi dan ejaan · Tag: , · 2 komentar

ke luar atau keluar?

Baik ke luar maupun keluar dapat dipakai dan memiliki makna masing-masing. Pada kata keterangan ke luar, kata ke berfungsi sebagai kata depan yang menyatakan arah atau tujuan, misalnya pindah ke luar. Pada kata kerja keluar, ke- berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja, dengan makna sbb.: Selengkapnya »

Kategori: Bunyi dan ejaan, Kata dan etimologi · Tag: , , · 2 komentar

di antara atau diantara? di antaranya atau diantaranya?

Yang lazim adalah di antara dan di antaranya (kata di dan antara diberi spasi). Fungsi di pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata di selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan. Memang betul ada kata kerja mengantara yang merupakan bentuk aktif dari diantara, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah mengantarai, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk diantarai, misalnya pada kalimat, “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.”

Kategori: Bunyi dan ejaan · Tag: , · Komentari

miliar, milyar, miliun, atau milyun?

Dalam bahasa Indonesia, miliar adalah seribu juta, sedangkan miliun adalah satu juta. Kedua kata ini diserap dari bahasa Belanda miljard dan miljoen, sedangkan kata juta diserap dari bahasa Sanskerta ayuta. Variasi ejaan milyar dan milyun mungkin timbul karena mengikuti pelafalan pada bahasa sumbernya. Selengkapnya »

Kategori: Kata dan etimologi · Tag: , , , · 1 komentar

Apa perbedaan makna lapor dan rapor?

Kata lapor dan rapor sama-sama berasal dari kata benda bahasa Belanda rapport ’laporan’ (Jones, 2008). Perhatikan bahwa terjadi perubahan kelas kata pada penyerapan rapport (kata benda) menjadi lapor (kata kerja). Dalam bahasa Belanda, kata kerja dari rapport adalah rapporteren. Kata lapor tidak diberi arti pada KBBI III dan baru diberi arti “beri tahu” pada KBBI IV. Kata rapor (kata benda) memiliki dua arti, yaitu (1) laporan resmi (kepada yang wajib menerimanya) dan (2) buku yang berisi nilai kepandaian dan prestasi belajar murid di sekolah, berfungsi sebagai laporan guru kepada orang tua atau wali murid. Selengkapnya »

Kategori: Istilah dan terjemahan, Makna · Tag: , , · Komentari

Apa istilah Indonesia untuk zipper? Ritsleting, resleting, atau apa?

Ritsleting. Kata ini diserap dari bahasa Belanda ritssluiting (Jones, 2008, hlm. 267) dan baru “dibakukan” sebagai kosakata bahasa Indonesia pada KBBI IV (Pusat Bahasa, 2008, hlm. 1178). Itu sebabnya kata ini tidak ditemukan pada KBBI Daring yang datanya bersumber dari KBBI III. Selengkapnya »

Kategori: Istilah dan terjemahan · Tag: , · Komentari

kedua atau ke dua?

Kedua. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (mis. pihak ketiga) atau kumpulan (mis. kesebelas pemain). Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya abad XXI. Selengkapnya »

Kategori: Bunyi dan ejaan, Kata dan etimologi · Tag: , , · Komentari

Apa perbedaan antara sekali, sekali-sekali, sesekali, dan sekali-kali?

Keempat kata tersebut tergolong dalam kata keterangan (adverbia) dan sama-sama diturunkan dari kata dasar kali yang menyatakan kekerapan atau kelipatan. Kata sekali berarti satu kali. Kata sekali-sekali berarti kadang-kadang, tidak kerap, tidak sering, atau tidak selalu. Kata sesekali merupakan bentuk singkat dari sekali-sekali dan memiliki arti yang sama. Kata sekali-kali berarti sama sekali, sedikit pun (tidak), atau sedikit pun (jangan). Berikut contoh penggunaannya: Selengkapnya »

Kategori: Makna · Tag: · Komentari

Bagaimana cara penulisan dan apa fungsi tanda hubung dan tanda pisah?

Meskipun kedua tanda baca ini tampak mirip karena sama-sama berupa garis horizontal, tanda hubung (hypen) dan tanda pisah (dash) memiliki cara penulisan dan fungsi yang berbeda. Untuk mengingat perbedaan keduanya, kita ingat saja sifat tanda pisah yang lebih spesifik. Tanda pisah lebih panjang daripada tanda hubung dan khusus digunakan untuk menyisipkan keterangan tambahan atau memberi makna “sampai dengan/ke”. Selengkapnya »

Kategori: Bunyi dan ejaan · Tag: , , · 3 komentar

S-1 atau S1?

S-1, S-2, S-3, D-1, D-2, dll. Pedoman EYD tidak secara spesifik mengatur hal ini, tetapi pedoman tersebut menunjukkan bahwa tanda hubung digunakan untuk merangkaikan singkatan berhuruf kapital maupun angka dengan unsur lain yang tidak sejenis: (1) kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital, misalnya hari-H, (2) “ke-” dengan angka, misalnya peringkat ke-3, dan (3) angka dengan “-an”, misalnya dasawarsa 2010-an. Pada singkatan jenjang akademik, misalnya S-1 (strata satu), huruf S merupakan singkatan berhuruf kapital, sedangkan 1 adalah angka, sehingga keduanya merupakan unsur yang tidak sejenis yang perlu dirangkai dengan tanda hubung. Selengkapnya »

Kategori: Bunyi dan ejaan · Tag: , , · 1 komentar