Sumatera atau Sumatra?

KBBI IV menggunakan ejaan Sumatra dalam lampiran “Nama Daerah Tingkat I dan II di Indonesia”, tetapi sebagian besar peraturan perundangan, situs pemerintah pusat, dan situs pemerintah daerah menggunakan ejaan Sumatera. Karena digunakan dalam banyak produk hukum, seharusnya ejaan Sumatera-lah yang lebih baku. Selengkapnya →

di antara atau diantara? di antaranya atau diantaranya?

Yang lazim adalah di antara dan di antaranya (kata di dan antara diberi spasi). Fungsi di pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata di selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan. Memang betul ada kata kerja mengantara yang merupakan bentuk aktif dari diantara, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah mengantarai, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk diantarai, misalnya pada kalimat, “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.”

Apa perbedaan makna lapor dan rapor?

Kata lapor dan rapor sama-sama berasal dari kata benda bahasa Belanda rapport ‘laporan’ (Jones, 2008). Perhatikan bahwa terjadi perubahan kelas kata pada penyerapan rapport (kata benda) menjadi lapor (kata kerja). Dalam bahasa Belanda, kata kerja dari rapport adalah rapporteren. Kata lapor tidak diberi arti pada KBBI III dan baru diberi arti “beri tahu” pada KBBI IV. Kata rapor (kata benda) memiliki dua arti, yaitu (1) laporan resmi (kepada yang wajib menerimanya) dan (2) buku yang berisi nilai kepandaian dan prestasi belajar murid di sekolah, berfungsi sebagai laporan guru kepada orang tua atau wali murid. Selengkapnya →

kedua atau ke dua?

Kedua. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (mis. pihak ketiga) atau kumpulan (mis. kesebelas pemain). Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya abad XXI. Selengkapnya →

Apa perbedaan antara sekali, sekali-sekali, sesekali, dan sekali-kali?

Keempat kata tersebut tergolong dalam kata keterangan (adverbia) dan sama-sama diturunkan dari kata dasar kali yang menyatakan kekerapan atau kelipatan. Kata sekali berarti satu kali. Kata sekali-sekali berarti kadang-kadang, tidak kerap, tidak sering, atau tidak selalu. Kata sesekali merupakan bentuk singkat dari sekali-sekali dan memiliki arti yang sama. Kata sekali-kali berarti sama sekali, sedikit pun (tidak), atau sedikit pun (jangan). Berikut contoh penggunaannya: Selengkapnya →

Bagaimana cara penulisan dan apa fungsi tanda hubung dan tanda pisah?

Meskipun kedua tanda baca ini tampak mirip karena sama-sama berupa garis horizontal, tanda hubung (hypen) dan tanda pisah (dash) memiliki cara penulisan dan fungsi yang berbeda. Untuk mengingat perbedaan keduanya, kita ingat saja sifat tanda pisah yang lebih spesifik. Tanda pisah lebih panjang daripada tanda hubung dan khusus digunakan untuk menyisipkan keterangan tambahan atau memberi makna “sampai dengan/ke”. Selengkapnya →