Ingin membantu?

Terima kasih banyak! Situs ini sangat perlu bantuan. Jika berkenan, berikut ini beberapa hal yang dapat rekan-rekan lakukan untuk membantu Tanja Bahasa:

  1. Sebarkan keberadaan dan isi situs ini. Hal ini bisa dilakukan dengan mencantumkan tautan ke situs ini di blog, Facebook, Twitter, atau berbagai situs jejaring sosial lain.
  2. Ikuti akun Twitter @tanjabahasa dan kicaukan ulang (RT) kicauan-kicauan akun ini. Tentu saja kalau berguna dan masuk akal; kalau tidak, abaikan saja.
  3. Ajukan pertanyaan seputar bahasa Indonesia yang selama ini mengganggu pikiran dan jiwa Anda. Mudah-mudahan bisa dijawab.
  4. Komentari tanja-tanja yang ada dengan sudut pandang dan informasi lain yang dapat melengkapi wawasan pembaca. Pengetahuan setiap orang — termasuk penulis-penulis situs ini — terbatas. Karena itu, masukan dari berbagai pihak pasti akan sangat berfaedah.
  5. Sumbangkan tulisan Anda, baik yang sudah pernah diterbitkan di tempat lain, maupun yang belum. Panggil @tanjabahasa dalam kicauan Anda dan niscaya kami akan menanggapi.

Apa lagi, ya?

1 komentar

  1. Sebaiknya pengurus web ini juga mesti menguasai bahasa melayu dasar yang bertulisan jawi. Karena Bahasa Indonesia adalah bahasa baru yang diresmikan ketika soempah pemoeda.
    Bahasa melayu yang saya maksud bukan Bahasa Malaysia, tapi akar dari bahasa kita Indonesia, Malaysia, Brunei dan beberapa negara lain di Asia Tenggara.
    Maka dengan memahami itu tidak ada perbedaan yang mencolok di antara sesama penutur melayu apalagi sesama penutur Bahasa Indonesia. Yang membedakan hanyalah cara mengucapkan baris/harkat pada tulisan jawi itu sendiri, seperti benar, bener, banar. Lapar, laper. Tolong, tulong, tulung. Tulisannya sama saja.

Comments are closed.