Kapan tanda petik digunakan? Bagaimana cara penulisannya?

Pertama, mari kita bahas masalah istilah dan lambang. Tanda petik memiliki sinonim sama persis, yaitu tanda kutip. Ada dua jenis tanda petik, yaitu tanda petik ganda (dilambangkan dengan “) dan tanda petik tunggal (dilambangkan dengan ‘). Istilah ganda dan tunggal masing-masing dapat digantikan dengan istilah dua dan satu. Istilah tanda petik tanpa embel-embel lain biasanya digunakan untuk merujuk pada tanda petik ganda.

Tanda petik selalu digunakan secara berpasangan untuk menandai atau mengapit suatu unit bahasa (misalnya kata, kalimat, atau alinea). Berdasarkan kegunaan tiap-tiap tanda petik yang akan diuraikan di bawah, frekuensi penggunaan tanda petik ganda seharusnya lebih banyak daripada tanda petik tunggal.

Tanda petik ganda digunakan untuk mengapit

  1. Petikan langsung dari naskah atau bahan tertulis lain, misalnya: “Saya belum siap,” kata dia, “tunggu sebentar!”
  2. Judul karangan, bab, dll., misalnya: Sajak “Pahlawanku” terdapat pada halaman 5 buku itu.
  3. Istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus, misalnya: Dia mengenakan celana “cutbrai”.

Tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit

  1. Petikan yang berada dalam petikan lain, misalnya: Ibu bertanya, “Kaudengar bunyi ‘kring kring’ tadi?”
  2. Makna kata atau ungkapan, misalnya: Ia mengambil langkah seribu ‘lari pontang panting’.
  3. Makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan bahasa lain, misalnya: feedback ‘umpan balik’.

Catatan: Petikan langsung yang terdiri atas beberapa alinea cukup diberi tanda petik pembuka pada awal paragraf pertama dan tanda petik penutup pada akhir paragraf terakhir. Jadi, tidak perlu mengapit setiap alinea dengan tanda petik.

Tanda baca penutup atau penjeda (misalnya tanda titik atau tanda koma) diletakkan SETELAH tanda petik penutup, kecuali untuk petikan langsung (fungsi tanda petik ganda #1) yang meletakkan tanda baca penutup atau penjeda SEBELUM tanda petik penutup. Lihat contoh-contoh di atas untuk mendapat gambaran cara penulisan ini. Konvensi ini berbeda dengan kebanyakan pedoman gaya bahasa Inggris Amerika yang selalu meletakkan tanda baca penutup atau penjeda SEBELUM tanda petik penutup.

Rujukan:

Satu komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *