Mengapa kita sering mengeja “praktik” dengan “praktek”?

Tampaknya karena huruf “i” pada kata bahasa Belanda praktijk — yang merupakan sumber serapan kata praktik — dieja sebagai “é”.  Dengarkan audio berikut ini:

Dulu bahasa kita menyerap kata berdasarkan pelafalan. Kini kita menyerap berdasarkan penulisan. Yang kita serap adalah tulisan praktijk, bukan pelafalannya. Itulah sebab bentuk yang baku adalah praktik, bukan praktek.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *