Sumatera atau Sumatra?

KBBI IV menggunakan ejaan Sumatra dalam lampiran “Nama Daerah Tingkat I dan II di Indonesia”, tetapi sebagian besar peraturan perundangan, situs pemerintah pusat, dan situs pemerintah daerah menggunakan ejaan Sumatera. Karena digunakan dalam banyak produk hukum, seharusnya ejaan Sumatera-lah yang lebih baku.

Variasi ejaan karena penambahan vokal /e/ merupakan hal yang kerap terjadi dalam bahasa Indonesia. Secara umum, penyisipan bunyi atau huruf ke dalam kata untuk memudahkan pelafalan disebut epentesis. Epentesis dengan menyisipkan vokal disebut anaptiksis atau swarabakti. Dalam bahasa Indonesia, bahasa asing biasanya diserap tanpa swarabakti (mis. Inggris), sedangkan bahasa Nusantara biasanya diserap dengan swarabakti (mis. terampil). Bentuk “Sumatera” tampaknya mengikuti pola tersebut: diberi swarabakti karena dianggap berasal dari bahasa Nusantara.

4 komentar

  1. Saya memakai “Sumatra” antara lain karena nama latin yang melibatkan pulau itu juga menggunakan “sumatrae” dan “sumatraensis”. Untuk nama negara, saya memakai “Prancis”, bukan “Perancis”.
    Bisa juga sih besok saya berubah. :D

  2. Saya belajar Bahasa Indonesia, kadang-kadang saya menemukan kata-kata berakhiran -tra atau -tri dan pikiran saya bahwa kata-kata tersebut itu berasal Hindi tapi saya tidak tepat

  3. Saya tetap konsisten merujuk kepada KBBI, saya memakai kata “Sumatra” bukan “Sumatera”. Siapa lagi yang akan mematuhi dan konsisten menggunakan KBBI kalau tidak rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *