Adakah perbedaan bunyi “f” dan “v” dalam bahasa Indonesia?

Ada. Perbedaan pengucapan fonem f dan v adalah pada bergetar atau tidaknya pita suara dalam proses pembunyian: f tak bersuara (pita suara tidak turut bergetar), sedangkan v bersuara (pita suara turut bergetar). Perbedaan ini akan terasa sewaktu tangan diletakkan di leher: pengucapan f tidak menyebabkan getaran, sedangkan v menyebabkan getaran. Baik f maupun v termasuk bunyi labio-dental geseran […]

Selengkapnya →

provinsi atau propinsi?

Provinsi. Kata ini diserap dari provincie (Belanda) atau province (Inggris). Dulu, entah pada KBBI berapa, mungkin kata ini pernah dieja dengan huruf “p”. Yang jelas KBBI III telah mencantumkan entri provinsi, bukan propinsi. Sayangnya, cukup banyak instansi pemerintah yang belum menyadari ejaan yang baku untuk kata ini dan masih menganggap orang Indonesia kesulitan mengucapkan fonem “v”. Padahal itu pitnah!

Selengkapnya →

aktivitas atau aktifitas?

Aktivitas. Kata ini diserap langsung dari bahasa Belanda activiteit (bahasa Inggris: activity), bukan turunan dari kata aktif (Belanda: actief; Inggris: active) ditambah akhiran -itas. Pola serupa ditemukan pada pasangan-pasangan lain, seperti: efektivitas (bukan efektifitas) dan efektif kreativitas (bukan kreatifitas) dan kreatif produktivitas (bukan produktifitas) dan produktif sensitivitas (bukan sensitifitas) dan sensitif sportivitas (bukan sportifitas) dan sportif

Selengkapnya →