Bagaimana cara menulis singkatan dan akronim?

Pertama, pahami dulu perbedaan antara singkatan dan akronim: akronim dapat dianggap dan dilafalkan sebagai suatu kata, sedangkan singkatan tidak. Akronim tidak memerlukan tanda titik karena dianggap sebagai kata, sedangkan singkatan pada umumnya (dengan beberapa pengecualian) memerlukan tanda titik di antara setiap huruf atau di akhir singkatan. Baik singkatan maupun akronim menggunakan kapitalisasi sesuai dengan konsep […]

Selengkapnya →

Kapan kata hubungan kekerabatan seperti “bapak” perlu diawali dengan huruf kapital?

Kata penunjuk hubungan kekerabatan perlu dikapitalkan (huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital) saat digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. Bila tidak digunakan sebagai kata sapaan atau kata ganti, dan tentu saja bila tidak terletak pada awal kalimat, kata semacam ini ditulis dengan huruf kecil saja. Contoh kata penunjuk hubungan kekerabatan adalah bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan […]

Selengkapnya →

Apakah nama diri dan nama jenis itu? Apa kaitannya dengan kapitalisasi?

Nama diri (proper name) adalah kata benda yang mengacu pada satu entitas tertentu, sedangkan nama jenis (common name) adalah kata benda yang menunjukkan jenis umum benda atau konsep. Nama orang dan nama tempat — seperti Anton Moeliono dan Jawa Barat — merupakan contoh nama diri, sedangkan hampir semua kata benda yang ada di dalam kamus — seperti […]

Selengkapnya →

Apakah “Bumi” perlu diawali dengan huruf kapital?

Pedoman EYD tidak secara tegas mengatur hal ini. Kata bumi dapat merujuk kepada (1) nama planet, (2) dunia tempat kita hidup, atau (3) permukaan dunia; tanah. Sebagai nama planet, Bumi adalah nama diri (proper noun) yang perlu diawali dengan huruf kapital, sama seperti Venus dan Mars. Sebagai dunia atau permukaan dunia atau tanah, bumi tidak perlu diawali dengan dengan huruf kapital […]

Selengkapnya →