di mana atau dimana?

Di mana (di dan mana ditulis terpisah). Bentuk di memang dapat ditulis terpisah maupun serangkai dengan kata yang mengikutinya. Ia dipisah saat berfungsi sebagai kata depan penunjuk tempat (berada) dan dirangkai saat berfungsi sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Awalan di- berpasangan dengan awalan me- yang membentuk kata kerja aktif. Jadi, kalau ada bentuk dimana (kata kerja pasif), tentu ada bentuk memana (kata kerja aktif). Sayangnya bentuk memana belum tercantum dalam […]

Selengkapnya →

Mengapa konjungsi “jika” dan “maka” tidak boleh digunakan sekaligus dalam satu kalimat?

Kata “jika” dan “maka” termasuk kelompok konjungsi (kata sambung) yang digunakan untuk menghubungkan induk kalimat dan anak kalimat pada kalimat majemuk bertingkat (subordinatif). Pada kalimat jenis ini, anak kalimat berisi gagasan penjelas dan didahului oleh konjungsi, sedangkan induk kalimat berisi gagasan utama tanpa didahului oleh konjungsi. Kalau ada dua kata sambung, kedua bagian kalimat menjadi anak kalimat […]

Selengkapnya →