Apakah dwilingga, dwipurwa, dwiwasana, dan trilingga itu?

Dwilingga, dwipurwa, dwiwasana, dan trilingga adalah jenis pengulangan atau jenis kata ulang hasil proses tersebut. Istilah-istilah ini dipungut dari bahasa Jawa, yang mungkin menyerapnya dari bahasa Sanskerta: dwi berarti dua, lingga berarti kata/bentuk dasar, purwa berarti awal, wasana berarti akhir, dan tri berarti tiga (Robson & Wibisono, 2002). Semua kata tersebut ditulis serangkai karena dwi- dan tri- […]

Selengkapnya →

Bagaimana cara mengulang bentuk ulang seperti “kupu-kupu”?

Dalam bahasa kita, salah satu fungsi perulangan kata benda adalah untuk menunjukkan ketaktunggalan. Kegalauan sering timbul saat kata benda tersebut sudah berupa bentuk ulang, atau lazim disebut kata ulang semu, seperti kupu-kupu dan paru-paru. Sebenarnya tak perlu galau kalau kita ingat bahwa bukan hanya perulangan yang dapat digunakan untuk menunjukkan ketaktunggalan. Kata-kata pewatas seperti beberapa, banyak, […]

Selengkapnya →

Bagaimana cara menulis kata ulang?

KBBI mencantumkan dua entri untuk konsep yang mirip, yaitu bentuk ulang dan kata ulang. Bentuk ulang diperikan sebagai bentuk yang mengalami perulangan, seperti sia-sia atau laba-laba, sedangkan kata ulang dimaknai sebagai kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi, seperti rumah-rumah, tetamu, atau dag-dig-dug. Pedoman EYD mencantumkan kedua istilah ini dan menggunakan istilah bentuk ulang sebagai judul bagiannya. Saya belum […]

Selengkapnya →