S-1 atau S1?

S-1, S-2, S-3, D-1, D-2, dll. Pedoman EYD tidak secara spesifik mengatur hal ini, tetapi pedoman tersebut menunjukkan bahwa tanda hubung digunakan untuk merangkaikan singkatan berhuruf kapital maupun angka dengan unsur lain yang tidak sejenis: (1) kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital, misalnya hari-H, (2) “ke-” dengan angka, misalnya peringkat ke-3, dan (3) angka dengan “-an”, misalnya dasawarsa […]

Selengkapnya →

Bagaimana cara menulis singkatan dan akronim?

Pertama, pahami dulu perbedaan antara singkatan dan akronim: akronim dapat dianggap dan dilafalkan sebagai suatu kata, sedangkan singkatan tidak. Akronim tidak memerlukan tanda titik karena dianggap sebagai kata, sedangkan singkatan pada umumnya (dengan beberapa pengecualian) memerlukan tanda titik di antara setiap huruf atau di akhir singkatan. Baik singkatan maupun akronim menggunakan kapitalisasi sesuai dengan konsep […]

Selengkapnya →

Apa perbedaan antara singkatan dan akronim?

Singkatan dan akronim merupakan bentuk pendek dari suatu kata atau gabungan kata. Berdasarkan definisi dan contoh yang ada dalam pedoman EYD, perbedaan antara kedua istilah ini dilihat dari apakah bentuk tersebut dapat diperlakukan sebagai suatu kata. Singkatan (mis. K.H., PBB, hlm., yth., a.n., dan Rp) tidak bisa dianggap sebagai suatu kata, sedangkan akronim (mis. SIM, Bulog, dan iptek) bisa. Perlakuan sebagai […]

Selengkapnya →