kedua atau ke dua?

Kedua. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (mis. pihak ketiga) atau kumpulan (mis. kesebelas pemain). Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 […]

Selengkapnya →

Bagaimana cara penulisan dan apa fungsi tanda hubung dan tanda pisah?

Meskipun kedua tanda baca ini tampak mirip karena sama-sama berupa garis horizontal, tanda hubung (hypen) dan tanda pisah (dash) memiliki cara penulisan dan fungsi yang berbeda. Untuk mengingat perbedaan keduanya, kita ingat saja sifat tanda pisah yang lebih spesifik. Tanda pisah lebih panjang daripada tanda hubung dan khusus digunakan untuk menyisipkan keterangan tambahan atau memberi makna “sampai dengan/ke”.

Selengkapnya →

S-1 atau S1?

S-1, S-2, S-3, D-1, D-2, dll. Pedoman EYD tidak secara spesifik mengatur hal ini, tetapi pedoman tersebut menunjukkan bahwa tanda hubung digunakan untuk merangkaikan singkatan berhuruf kapital maupun angka dengan unsur lain yang tidak sejenis: (1) kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital, misalnya hari-H, (2) “ke-” dengan angka, misalnya peringkat ke-3, dan (3) angka dengan “-an”, misalnya dasawarsa […]

Selengkapnya →

Bagaimana cara menulis kata ulang?

KBBI mencantumkan dua entri untuk konsep yang mirip, yaitu bentuk ulang dan kata ulang. Bentuk ulang diperikan sebagai bentuk yang mengalami perulangan, seperti sia-sia atau laba-laba, sedangkan kata ulang dimaknai sebagai kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi, seperti rumah-rumah, tetamu, atau dag-dig-dug. Pedoman EYD mencantumkan kedua istilah ini dan menggunakan istilah bentuk ulang sebagai judul bagiannya. Saya belum […]

Selengkapnya →